Pada Mazda RX-7 ini dipakai dua rotor, sedangkan pada produk mobil yang lain yang juga pernah diproduksi oleh Mazda yaitu Unos Cosmo memakai tiga rotor, produk Unos Cosmo sendiri sudah tidak diproduksi lagi.
Selain aplikasi rotary engine pada sistem mobil, aplikasi yang pernah dilakukan juga meliputi mesin speed-boat, pembangkit listrik, snow mobil, mesin industri pabrik dsb. Selain pembakaran dengan sistem cetus api, sistem diesel rotary engine juga menjadi salah satu penerapan mesin ini, tetapi karena pembakaran diesel memerlukan tekanan yang tinggi, dipakai dua step ruang bakar. Metoda ini pernah dicoba oleh Roll Royce dengan dua buah rotor dalam satu housing, masing-masing rotor untuk tekanan rendah dan rotor untuk tekanan tinggi. Udara yang dimampatkan dengan rotor tekanan rendah, diarahkan ke rotor tekanan tinggi. Lalu pada ruangan untuk rotor tekanan tinggi ini diinjeksi kan bahan bakar sehingga reaksi pembakaran diesel bisa terwujud.
Mesin rotari lebih ringan daripada mesin konvensional yang menggunakan piston. Pada mesin konvensional, gerak vertikal, gerak horizontal, atau gabungan antara keduanya (pada mesin yang berkonfigurasi V) diubah menjadi gerak putar sebelum disalurkan ke roda. Dan, perubahan gerak itu membuat mesin konvensional memerlukan lebih banyak komponen sehingga bobotnya lebih berat. Belum lagi perubahan gerak itu membuat daya yang dihasilkan mesin banyak berkurang. Pada mesin rotari, mesin bekerja dengan gerak putar sehingga mesin lebih ringan karena komponen yang diperlukan tidak banyak dan tidak ada daya yang terbuang sebelum disalurkan ke roda.
Keunggulan mesin rotari adalah menghasilkan performa yang ekstra kuat dari kapasitas mesin yang secara relatif kecil, putaran mesin yang tinggi (sampai 9.200 putaran per menit), dan bobot mesin yang ringan. Pembatas kecepatan, yang ditandai dengan bunyi berdesing, akan bekerja pada 8.500 putaran mesin per menit (rpm). Namun, 8.500 rpm itu dapat dilampaui dengan mudah, tanpa harus menyiksa mesin yang putaran maksimumnya 9.200 rpm
cara kerja rotary engine:Selain aplikasi rotary engine pada sistem mobil, aplikasi yang pernah dilakukan juga meliputi mesin speed-boat, pembangkit listrik, snow mobil, mesin industri pabrik dsb. Selain pembakaran dengan sistem cetus api, sistem diesel rotary engine juga menjadi salah satu penerapan mesin ini, tetapi karena pembakaran diesel memerlukan tekanan yang tinggi, dipakai dua step ruang bakar. Metoda ini pernah dicoba oleh Roll Royce dengan dua buah rotor dalam satu housing, masing-masing rotor untuk tekanan rendah dan rotor untuk tekanan tinggi. Udara yang dimampatkan dengan rotor tekanan rendah, diarahkan ke rotor tekanan tinggi. Lalu pada ruangan untuk rotor tekanan tinggi ini diinjeksi kan bahan bakar sehingga reaksi pembakaran diesel bisa terwujud.
Mesin rotari lebih ringan daripada mesin konvensional yang menggunakan piston. Pada mesin konvensional, gerak vertikal, gerak horizontal, atau gabungan antara keduanya (pada mesin yang berkonfigurasi V) diubah menjadi gerak putar sebelum disalurkan ke roda. Dan, perubahan gerak itu membuat mesin konvensional memerlukan lebih banyak komponen sehingga bobotnya lebih berat. Belum lagi perubahan gerak itu membuat daya yang dihasilkan mesin banyak berkurang. Pada mesin rotari, mesin bekerja dengan gerak putar sehingga mesin lebih ringan karena komponen yang diperlukan tidak banyak dan tidak ada daya yang terbuang sebelum disalurkan ke roda.
Keunggulan mesin rotari adalah menghasilkan performa yang ekstra kuat dari kapasitas mesin yang secara relatif kecil, putaran mesin yang tinggi (sampai 9.200 putaran per menit), dan bobot mesin yang ringan. Pembatas kecepatan, yang ditandai dengan bunyi berdesing, akan bekerja pada 8.500 putaran mesin per menit (rpm). Namun, 8.500 rpm itu dapat dilampaui dengan mudah, tanpa harus menyiksa mesin yang putaran maksimumnya 9.200 rpm

good, lanjutkan prestasi mu............
BalasHapusbAGUS DRONG... TERUSKAN PRESTASIMU....
BalasHapusapa"an sih lu??
BalasHapusngga ngrti gw.
otak lu keknya tingkat tinggi gitu yaa.
ga sampe otak gw untuk mengerti tulisan lu.
tapi tetap.
pertahankan!
:)
yuni chimoet. :)